Home » E-Business » Memasukkan Mata Kuliah “Teknopreneur” ke dalam Kurikulum Universitas

By Yufi Priyo (pelaku usaha bidang IT, penggiat UKM go Online dan dosen E-Business)

Kewirausahaan dan Teknopreneur substansinya sama namun jika kita kaji lebih  dalam sasaran yang dicapai dan pendekatanya berbeda. Mata kuliah kewirausahaan bagi sebagian besar mahasiswa teknik, mungkin dipandang sebelah mata. Dan hanya dijadikan bahan untuk mencapai sks tertentu tanpa mempunyai motivasi yang besar untuk belajar kewirausahaan. Selain itu kurikulum yang diberikan hanya sekedar teori-teori textbook tanpa aplikasi yang jelas. Kewirausahaan seharusnya berisikan motivasi-motivasi yang mampu menggugah jiwa entrepreneurship mahasiswanya.

Bagi sebagian kalangan kuliah di jurusan teknik, tujuan akhir dari kulian adalah bekerja di suatu institusi dan ilmu yang didapat diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri. Seorang sarjana teknik informatika harus mampu mengimplementasikan kemampuan  IT dan programming-nya untuk melakukan kewajiban diperusahaan yang berbasis IT. Demikian juga sajana teknik elektro juga mampu melakukan tugas sebagai operator dan pengembangan keelektroan di dunia industry. Demikian halnya dengan jurusan yang lain.

Namun perlu kita sadari bahwa tingkat persaingan di dunia kerja tinggi dan tingkat penyerapan tenaga kerja di industry sangat tidak sebanding. Ujung-ujungnya adalah tingkat pengangguran terdidik tinggi. Akhirnya ada keputusasaan kolektif masyrakat untuk kuliah di perguruan tinggi. Ngapain harus kuliah tinggi-tinggi kalo ujung-ujungnya nganggur.

Sedikit perubahan kurikulum mungkin bisa menjawab permasalaha diatas, yakni perubahan mata kuliah umum “ kewirausahaan” menjadi “teknopreneur”. Substansinya sam ayaitu enterpreneurship, namun dalam penyampaiannya lebih menekankan aspek motivasi dalam berusaha, pengoptimalan otak kanan, dan mengoptimalkan kemampuan akademisnya untuk berwirausaha.

Sebagai contoh mahasiswa TI yang menyukai multimedia dan broadcasting bisa memulai usaha dalam bidang film, fotography, videoshooting dan sebagainya. Mahasiswa yang menyukai computer bisa memulai usaha dibidang reparasi dan penjualan computer, mahasiswa yang menyukai dunia programmer juga bisa mulai usaha dibidang Jasa Program, mahasiswa yang menyukai dibidang website bisa memulai usaha dibidang jasa pembuatan website dan pemrograman website, dan masih banyak peluang usaha dibidang IT yang bisa dikembangkan.

Beberapa perguruan tinggi sudah menyadari hal ini. Seperti ITS juga sudah memasukkan mata kuliah “Technopreneur” ke dalam kurikulumnya, http://iptek.tvonenews.tv/berita/view/21696/2009/09/01/its_buka_mata_kuliah_technopreneur.tvOne.  Juga perguruan Tinggi di Jawa tengah, Jawa Barat dan Jakarta yang sudah lebih dulu memasukkan kurikulum “teknopreneur”.  Semoga dengan lulusan yang mempunyai jiwa entrepreneur mampu menjawab tantangan tentang tenaga kerja dan mampu menciptakan lapangan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *